Mig33 Srumbung Community

Tempat Tongkrong Chatter Srumbung


    Filosofi djowo

    Share

    jastro
    Rakyat Jelata
    Rakyat Jelata

    Male Jumlah posting : 19
    Kota asal : srumbung, magelang
    Nick mig33 : hi...
    Peran Aktif : 1
    Registration date : 24.04.09

    Filosofi djowo

    Post by jastro on 26th April 2009, 18:57

    Banyak dari kita yang semakin mengagungkan keilmuan yang seakan
    bersumber dari luar negri, pada kesempatan ini saya ingin mengajak
    untuk sejenak menengok kebudayaan kita symbol SEMAR, saya kutip dari
    artikel yang menarik sebagai bahan pembelajaran kita.
    Sebelumnya mari kita sejenak merenung, kenapa kita harus terlahir ?

    Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
    Bebadra = Membangun sarana dari dasar
    Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
    Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah
    demi kesejahteraan manusia

    Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang)
    dempel = keteguhan jiwa.

    Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya
    hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian
    pelayan.
    Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih,
    untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

    Semar berjalan menghadap keatas,
    maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan
    teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha
    pengasih serta penyayang umat".

    Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk
    menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan
    dan kebenaran di bumi.

    ciri sosok semar adalah
    Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
    Semar tertawanya selalu diakhiri nada tangisan
    Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
    Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
    Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas
    nasehatnya

    Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan
    dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh
    kebudayaan Jawa .

    Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau
    konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya
    ber bunyi:

    Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.

    Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :
    Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan
    Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma",
    maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan
    keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh
    dosa.
    Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing
    kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu)
    artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan
    dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan
    menuju kesempurnaan hidup".

    Dalam Etika Jawa disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah
    punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai.
    Apabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati
    para penonton.
    Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya.
    Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau
    Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal
    dari Jawa atau Nusantara.

    Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa.
    Meskipun berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan
    sebagai abdi, Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa.
    Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang
    kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang
    tidak terkalahkan.

    Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap
    bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya .
    Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe " sepi akan
    maksud, rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga
    kedamaian dunia .

    Dari segi etimologi, Semar berasal dari sar yang berarti sinar "
    cahaya ". jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa
    cahaya, sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa yang didalam
    dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad, Nur Illahi atau sifat
    Ilahiah.

    Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai
    segala kelebihan yang telah disebutkan itu.

    Mari kita kupas pemahamannya di dalam batin masing-masing, dengan
    memberdayakan "rasa".

    Banyak dari kita yang semakin mengagungkan keilmuan yang seakan
    bersumber dari luar negri, pada kesempatan ini saya ingin mengajak
    untuk sejenak menengok kebudayaan kita symbol SEMAR, saya kutip dari
    artikel yang menarik sebagai bahan pembelajaran kita.
    Sebelumnya mari kita sejenak merenung, kenapa kita harus terlahir ?

    Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
    Bebadra = Membangun sarana dari dasar
    Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
    Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah
    demi kesejahteraan manusia

    Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang)
    dempel = keteguhan jiwa.

    Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya
    hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian
    pelayan.
    Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih,
    untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

    Semar berjalan menghadap keatas,
    maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan
    teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha
    pengasih serta penyayang umat".

    Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk
    menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan
    dan kebenaran di bumi.

    ciri sosok semar adalah
    Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
    Semar tertawanya selalu diakhiri nada tangisan
    Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
    Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
    Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas
    nasehatnya

    Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan
    dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh
    kebudayaan Jawa .

    Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau
    konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya
    ber bunyi:

    Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.

    Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :
    Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan
    Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma",
    maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan
    keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh
    dosa.
    Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing
    kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu)
    artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan
    dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan
    menuju kesempurnaan hidup".

    Dalam Etika Jawa disebutkan bahwa Semar dalam pewayangan adalah
    punakawan " Abdi " Pamomong " yang paling dicintai.
    Apabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati
    para penonton.
    Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya.
    Simpati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau
    Nusantara yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal
    dari Jawa atau Nusantara.

    Ia merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa.
    Meskipun berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan
    sebagai abdi, Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa.
    Ia adalah dewa yang ngejawantah " menjelma " ( menjadi manusia ) yang
    kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang
    tidak terkalahkan.

    Ia merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap
    bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya .
    Ia merupakan pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe " sepi akan
    maksud, rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana " menjaga
    kedamaian dunia .

    Dari segi etimologi, Semar berasal dari sar yang berarti sinar "
    cahaya ". jadi Semar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa
    cahaya, sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa yang didalam
    dirinya terdapat atau bersemayam Nur Muhammad, Nur Illahi atau sifat
    Ilahiah.

    Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai
    segala kelebihan yang telah disebutkan itu.

    Mari kita kupas pemahamannya di dalam batin masing-masing, dengan
    memberdayakan "rasa".

    study

    bill.gates.
    Administrator
    Administrator

    Male Jumlah posting : 261
    Kota asal : srumbung magelang
    Hobi : browsing, chatting and listening music
    Nick mig33 : bill.gates.,hotmale.....
    Peran Aktif : 4
    Registration date : 16.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by bill.gates. on 30th April 2009, 07:06

    wah... bener2 jawa Anda bro... baru tau saya hal ini...he2x.. makasih sharing ngelmunya bro...


    _________________
    everybody's changing.....and i dont feel the same...

    de2k-m3nyul
    Tumenggung
    Tumenggung

    Female Jumlah posting : 214
    Age : 25
    Kota asal : Salam city muah
    Hobi : maem jelly. . . . maenan ma marm0d. . . . bub0x. . . . . jgagagagagaga
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 18.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by de2k-m3nyul on 6th May 2009, 02:33

    Hu umh share yg sgt bguna wad k0reksi dri msg2 tuk jd manusia yg lbh baek age! !Mkch share nya, ,

    jastro
    Rakyat Jelata
    Rakyat Jelata

    Male Jumlah posting : 19
    Kota asal : srumbung, magelang
    Nick mig33 : hi...
    Peran Aktif : 1
    Registration date : 24.04.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by jastro on 6th May 2009, 06:51

    emang ga bosen bacanya...?? nek pengen bahan renungan tak kirim neh loo... tapi oleh ra artikel panjang??? heheeeee

    Question Exclamation

    de2k-m3nyul
    Tumenggung
    Tumenggung

    Female Jumlah posting : 214
    Age : 25
    Kota asal : Salam city muah
    Hobi : maem jelly. . . . maenan ma marm0d. . . . bub0x. . . . . jgagagagagaga
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 18.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by de2k-m3nyul on 6th May 2009, 11:40

    boleh bgt lahhhh

    nag aku GAG pnah bosen ma hal2 yg bsfat tuk memperbaiki diri jd lbh baek age!!

    manusia dciptakan kan wad blajar,brusaha and berdoa.

    Bento
    Mentri
    Mentri

    Male Jumlah posting : 59
    Kota asal : Jamblangan
    Hobi : Walking-walking
    Nick mig33 : vega_abang
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 18.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by Bento on 7th May 2009, 21:17

    Waduh ak mcone nganti mumet je, lg reti ak nek bung jastro ki njawani tnan, nek menei artikel ceng dowo diwenei gmbr ceng rodo hot ben smangad wkekekekeke..

    de2k-m3nyul
    Tumenggung
    Tumenggung

    Female Jumlah posting : 214
    Age : 25
    Kota asal : Salam city muah
    Hobi : maem jelly. . . . maenan ma marm0d. . . . bub0x. . . . . jgagagagagaga
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 18.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by de2k-m3nyul on 8th May 2009, 05:07

    Wei gambar naga geni lag h0t. . . .Jgagaga! !

    radenjanoko
    Maha Patih
    Maha Patih

    Male Jumlah posting : 202
    Age : 31
    Kota asal : srumbung
    Hobi : Pemburu daun muda
    Nick mig33 : radenjanoko
    Peran Aktif : 1
    Registration date : 16.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by radenjanoko on 9th May 2009, 02:11

    Wah wah. . .
    Apik nan bung jastro. .
    Bakat jd dalang sajake. .
    Hehe. .


    Bento wrote:Waduh ak mcone nganti mumet je, lg reti ak nek bung jastro ki njawani tnan, nek menei artikel ceng dowo diwenei gmbr ceng rodo hot ben smangad wkekekekeke..
    Kiro kiro perlu kandake nyonya vega ora iki. . ? ?
    Ckekekek k k


    _________________
    bumi gonjang ganjéng
    langét makelap kelap

    Bento
    Mentri
    Mentri

    Male Jumlah posting : 59
    Kota asal : Jamblangan
    Hobi : Walking-walking
    Nick mig33 : vega_abang
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 18.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by Bento on 9th May 2009, 19:31

    Kandake yow ura po2 og, lha wingi wes tk jatah ra bkalan nesu agagagaga...

    aida_cut3
    VIP
    VIP

    Female Jumlah posting : 152
    Age : 28
    Kota asal : Pemalang - Jawa Tengah
    Hobi : chating, melakukan hal yang menyenangkan
    Nick mig33 : aida_cut3
    Peran Aktif : 0
    Registration date : 13.04.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by aida_cut3 on 10th May 2009, 13:04

    artikel yg menarik,dan bs bwt renungan bwt qta semua................ Smile

    radenjanoko
    Maha Patih
    Maha Patih

    Male Jumlah posting : 202
    Age : 31
    Kota asal : srumbung
    Hobi : Pemburu daun muda
    Nick mig33 : radenjanoko
    Peran Aktif : 1
    Registration date : 16.02.09

    Re: Filosofi djowo

    Post by radenjanoko on 14th May 2009, 20:33

    Bento wrote:Kandake yow ura po2 og, lha wingi wes tk jatah ra bkalan nesu agagagaga...
    Wew. . .
    Jatah upu wi kang vega . . . .


    Au yo kpengen njatah. .
    Tp arep njatah sopo yo. . .
    Hi hi hi


    _________________
    bumi gonjang ganjéng
    langét makelap kelap

    Sponsored content

    Re: Filosofi djowo

    Post by Sponsored content Today at 07:21


      Waktu sekarang 3rd December 2016, 07:21